Abu vulkanik (jatuhan piroklastik) adalah material halus berisi pecahan batuan, mineral, dan kaca vulkanik berukuran di bawah 2 mm yang disemburkan ke udara saat gunung api meletus. Berbeda dari abu pembakaran kayu yang lembut, abu vulkanik bertekstur keras, tajam, tidak larut dalam air, serta bersifat abrasif dan korosif.
Abu vulkanik dapat mempengaruhi kesehatan ternak, terutama melalui saluran pernapasan, mata, kulit, serta pencernaan.
Dampaknya bergantung pada jumlah abu, ukuran partikelnya, kandungan mineral/logam, dan lama ternak terpapar.
Gangguan pernapasan: Partikel abu yang terhirup dapat menyebabkan iritasi hidung dan saluran pernapasan. Ternak dapat mengalami batuk, bersin, keluarnya cairan dari hidung, sesak, dan penurunan kemampuan bernapas. Paparan berat atau berkepanjangan dapat menyebabkan kerusakan paru-paru.
Iritasi mata: Abu dapat menyebabkan mata merah, berair, iritasi, bahkan luka pada permukaan mata jika partikelnya kasar.
Gangguan kulit: Abu yang menempel pada kulit dapat menyebabkan iritasi, terutama jika bercampur dengan keringat (pada kuda) atau bahan kimia lain.
Gangguan pencernaan: Ternak dapat menelan abu ketika memakan rumput, pakan, atau minum air yang terkontaminasi. Hal ini dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan, tergantung komposisi abu, keracunan mineral tertentu.
Keracunan fluorida: Abu vulkanik tertentu mengandung fluorida dalam jumlah tinggi. Jika rumput dan air tercemar fluorida lalu dikonsumsi terus-menerus, ternak dapat mengalami fluorosis (kerusakan gigi), yang terutama memengaruhi gigi dan tulang.
Penurunan produktivitas: Ternak yang mengalami stres, gangguan pernapasan, atau kekurangan pakan akibat erupsi dapat mengalami penurunan nafsu makan, penurunan bobot badan, produksi susu, dan reproduksi.
Gangguan pada pakan dan air: Lapisan abu dapat mencemari hijauan, pakan, serta sumber air sehingga mengurangi kualitas dan palatabilitasnya.
Upaya penanganan :
Ternak sebaiknya dipindahkan ke tempat yang terlindung dari paparan abu, diberikan air bersih dan pakan yang tidak terkontaminasi, serta dikurangi aktivitas di area yang berdebu. Jika abu sudah menempel pada tubuh, ternak dapat dibersihkan dengan hati-hati dan mata yang teriritasi perlu diperiksa. Untuk daerah dengan paparan berat, pemeriksaan kualitas air, pakan, dan kandungan mineral abu penting dilakukan.
Jika ternak menunjukkan sesak berat, lemas, tidak mau makan/minum, atau gejala keracunan, sebaiknya diperiksa oleh dokter hewan, segera hubungi Call Center Bidang Keswan Kesmavet Purwakarta di nomor +62 877-1129-9340.